Minggu, 15 Januari 2017

MAKALAH HUBUNGAN MATEMATIKA DENGAN IPA



TUGAS MAKALAH
HUBUNGAN MATEMATIKA DENGAN IPA
 










Kelompok I (Satu)
Nama Anggota :
       Mahyana
       Purnawati
       Nur’aini













PROGRAM STUDI S-1 PGTK / PGPAUD
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
HAMZAR MAMBEN LOMBOK TIMUR



KATA PENGANTAR

Puji syukur kamipanjatkan kepada Alloh SWT  , atas berkat karunia – Nya makalah ini bisa terselesaikan. Dalam makalah kami yang berjudul “ Hubungan Matematika Dengan IPA “ menjelaskan bagaimana seharusnya hubungan matematika itu dengan IPA dan bagaimana penerapannya.
Seperti hal nya pepatah mengatakan “tak ada gading yang tak retak” begitu juga dengan hasil makalah kami ini. Dalam hasil makalah kami ini masih banyak yang perlu disempurnakam kembali, sehingga kami mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan makalah kami ini kedepannya lagi.
Kepada Alloh SWT kita mohon, semoga makalah ini dapat bermanfaat buat seluruh pembaca. Akhirnya kami mohon maaf atas kekhilafan dan kekuranga.  
Penulis,

Kelompok I



i
 
 



KATA PENGANTAR          …………………………………………………..….……i
DAFTAR ISI          …………………………………………………………..…… ..…ii
BAB I PENDAHULUAN1.
1. Latar Belakang…………………………………...………...………….……….... 1
2. Rumusan Masalah………………......…………..………......…………………… 1
3. Tujuan   …………………………....................…………….....………………….1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Matematika……….....…………………..........................………..   2
2.2 Pentingnya Ilmu Matematika Dalam Pengembangan  Pengetahuan   ……….    4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……...........…………………………………………………….....  9
3.2 Saran .................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA.....………………………………………………………....…… 11



ii
 
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
IPAdiperoleh melalui kerjasama antara pengalaman empiris dan pemikiran teoritis rasional dari sudut pandang filsafat IPA diperoleh melalui cara empirisme dan rasionalisme. Didalam IPA kita banyak sekali menemukan besaran. Besaran ialah segala sesuatu yangdapat diukur atau yang dapat dihitung. Besaran – besaran itu selalu dapat dinyatakan dalam suatu kuantitas , maka IPA tidak lepas dari persoalan mengukur dan menghitung. Itulah sebabnya matematika memegang peranan penting dalam IPA terutama Fisika. Hasil experiment yang mencari hubungan antara dua buah besaran dapat dirumuskan dalam bentuk matematik.
Sebaliknya perubahan suatu gejala alamiah secara teoritis matematik dapat menjelaskan fakta alamiah.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat diangkat permasalahan sebagai berikut yaitu Bagaimana hubungan matematika dengan IPA?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari pembahsan ini adalah untuk memahami hubungan matematika dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan bagaimana memahami penggunaan hubungan matematika dengan IPA

1
 
 


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Matematika
Sebelum kita memahami apa yang menjadi hubungan antara matematika dengan IPA, sebaiknya kita memahami apa itu matematika dan IPA.
Kata "Matematika" berasal dari kata μάθημα (máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar".
Menurut beberapa ahli, pengertian matematika adalah : Sujono (1988:5) mengemukakan beberapa pengertian matematika. Di antaranya, matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika emerupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.
Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika: studi tentang struktur, ruang dan perubahan.
Pelajaran tentang struktur dimulai dengan bilangan, pertama dan yang sangat umum adalah  bilangan natural  dan  bilangan bulat dan operasi arimetikanya, yang semuanya itu dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam dipelajari dalam teori bilangan.
2
 
Investigasi metode-metode untuk memecahkan persamaan matematika dipelajari dalam aljabar abstrak, yang antara lain, mempelajari tentang ring dan field, struktur yang menggeneralisasi sifat-sifat yang umumnya dimiliki bilangan. Konsep vektor, digeneralisasi menjadi vektor ruang dipelajari dalam aljabar linier, yang termasuk dalam dua cabang: struktur dan ruang.
Ilmu tentang ruang berawal dari  geometri, yaitu geometri Euclid dan trigonometri dari ruang tiga dimensi (yang juga dapat diterapkan ke dimensi lainnya), kemudian belakangan juga digeneralisasi ke geometri Non-euclid yang memainkan peran sentral dalam teori relativitas umum. Beberapa permasalahan rumit tentang konstruksi kompas dan penggaris akhirnya diselesaikan dalam teori Galois.
Bidang ilmu modern tentang  geometri diferensial dan geometri aljabar menggeneralisasikan geometri ke beberapa arah:: geometri diferensial menekankan pada konsep fungsi, buntelanderivatifsmoothness dan arah, sementara dalam geometri aljabar, objek-objek geometris digambarkan dalam bentuk sekumpulan persamaan polinomialTeori grup mempelajari konsep simetri secara abstrak dan menyediakan kaitan antara studi ruang dan struktur. Topologi menghubungkan studi ruang dengan studi perubahan dengan berfokus pada konsep kontinuitas.
Mengerti dan mendeskripsikan perubahan pada kuantitas yang dapat dihitung adalah suatu yang biasa dalam ilmu pengetahuan alam, dan kalkulus dibangun sebagai alat untuk tujauan tersebut. Konsep utama yang digunakan untuk menjelaskan perubahan variabel adalah fungsi. Banyak permasalahan yang berujung secara alamiah kepada hubungan antara kuantitas dan laju perubahannya, dan metoda untuk memecahkan masalah ini adalah topik dari persamaan differensial.
3
 
Untuk merepresentasikan kuantitas yang kontinu digunakanlah bilangan riil, dan studi mendetail dari sifat-sifatnya dan sifat fungsi nilai riil dikenal sebagai analisis riil. Untuk beberapa alasan, amat tepat untuk menyamaratakan bilangan kompleks yang dipelajari dalam analisis kompleksAnalisis fungsional memfokuskan perhatian pada (secara khas dimensi tak terbatas) ruang fungsi, meletakkan dasar untuk mekanika kuantum di antara banyak hal lainnya.
Banyak fenomena di alam bisa dideskripsikan dengan sistem dinamis dan teori chaos menghadapi fakta yang banyak dari sistem-sistem itu belum memperlihatkan jalan ketentuan yang tak dapat diperkirakan.
Agar menjelaskan dan menyelidiki dasar matematika, bidang teori pastilogika matematika dan teori model dikembangkan. Saat pertama kali komputer disusun, beberapa konsep teori yang penting dibentuk oleh matematikawan, menimbulkan bidang teori komputabilitasteori kompleksitas komputasionalteori informasi dan teori informasi algoritma. Kini banyak pertanyaan-pertanyaan itu diselidiki dalam ilmu komputer teoritis. Matematika diskret ialah nama umum untuk bidang-bidang penggunaan matematika dalam ilmu komputer.
Bidang-bidang penting dalam matematika terapan ialah statistik, yang menggunakan teori probabilitas sebagai alat dan memberikan deskripsi itu, analisis dan perkiraan fenomena dan digunakan dalam seluruh ilmu. Analisis bilangan menyelidiki teori yang secara tepat guna memecahkan bermacam masalah matematika secara bilangan pada komputer dan mengambil kekeliruan menyeluruh ke dalam laporan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika)

2.2  Pentingnya ilmu matematika dalam pengembangan Ilmu pengetahuan
4
 
Pentingnya matematika tidak lepas dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan. Misalnya  banyak persoalan kehidupan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur. Menghitung mengarah pada aritmetika (studi tentang bilangan) dan mengukur mengarah pada geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi benda). Aritmetika dan geometri merupakan fondasi atau dasar dari matematika.Saat ini, banyak ditemukan kaidah atau aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengukuran, yang biasanya ditulis dalam rumus atau formula matematika, dan ini dipelajari dalam aljabar. Namun, perkembangan dalam navigasi, transportasi, dan perdagangan, termasuk kemajuan teknologi sekarang ini membutuhkan diagram dan peta serta melibatkan proses pengukuran yang dilakukan secara tak langsung. Akibatnya, perlu studi tentang trigonometri.
Matematika adalah sarana pendukung dari berbagai segi kehidupan yang lainnya dan juga merupakan hal yang paling urgen dalam kesuksesan komunikasi dan informasi saat ini dalam tekhnologi. Hal tersebut akan terwujud jika setiap orang memiliki kemampuan-kemampuan dalam mengembangkan potensi diri dalam berbagai hal.
Untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, orang dapat menyampaikan informasi dengan bahasa matematika, misalnya menyajikan persoalan atau masalah ke dalam model matematika yang dapat berupa diagram, persamaan matematika, grafik, ataupun tabel. Mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa matematika justru lebih praktis, sistematis, dan efisien. Begitu pentingnya matematika sehingga bahasa matematika merupakan bagian dari bahasa yang digunakan dalam masyarakat. Hal tersebut menunjukkan pentingnya peran dan fungsi matematika, terutama sebagai sarana untuk memecahkan masalah baik pada matematika maupun dalam bidang lainnya.
Peranan matematika tersebut, terutama sebagai sarana berpikir ilmiah oleh Erman Suherman (1995: 56) disebutkan dapat diperolehnya kemampuan-kemampuan sebagai berikut :
5
 
1.  Menggunakan algoritma. Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah melakukan operasi hitung, operasi himpunan, dan operasi lainya. Juga menghitung ukuran tendensi sentral dari data yang banyak dengan cara manual.
2.  Melakukan manipulasi secara matematika. Yang termasuk kedalam kemampuan ini antara lain adalah menggunakan sifat-sifat atau rumus-rumus atau prinsip-prinsip atau teorema-teorema kedalam pernyataan matematika
3.  Mengorganisasikan data. Kemampuan ini antara lain meliputi : mengorganisasikan data atau informasi, misalnya membedakan atau menyebutkan apa yang diketahui dari suatu soal atau masalah dari apa yang ditanyakan.
4.  Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya. Kemampuan ini antara lain meliputi : menggunakan simbol, tabel, grafik untuk menunjukan suatu perubahan atau kecenderungan dan membuatnya.
5.  Mengenal dan menemukan pola. Kemampuan ini antara lain meliputi : mengenal pola susunan bilangan dan pola bangun geometri.
6.  Menarik kesimpulanKemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menarik kesimpulan dari suatu hasil hitungan atau pembuktian suatu rumus.
7.  Membuat kalimat atau model matematika. Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan secara sederhana dari fonemena dalam kehidupan sehari-hari kedalam model matematika atau sebaliknya dengan model ini diharapkan akan mempermudah penyelesaianya.
8. Membuat interpretasi bangun geometri. Kemampuan ini antara lain meliputi : kemampuan menyatakan bagian-bagian dari bangun geometri dasar maupun ruang dan memahami posisi dari bagian-bagian itu.
9.  Memahami pengukuran dan satuanya Kemampuan ini antara lain meliputi ; kemampuan memilih satuan ukuran yang tepat, melakukan estimasi, mengubah satuan ukuran ke satuan lainnya.
6
 
10. Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer.
Sementara itu dalam tujuan umum pendidikan matematika  (Depdiknas, 2002: 3) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki:
1.    Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2.    Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi
3.    Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin  dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.
Kemampuan-kemampuan di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan matematika dengan Ilmu Pengetahuan sebagai sarana berpikir ilmiah adalah dapat  diperoleh kemampuan-kemampuan meliputi :
1.      Menggunakan algoritma,
2.      Melakukan manipulasi secara matematika,
3.      Mengorganisasikan data,
4.      Memanfatkan simbol, tabel, grafik, dan membuatnya,
5.      Mengenal dan menemukan pola,
6.      Menarik kesimpulan,
7.      Membuat kalimat atau model matematika,
7
 
8.      Membuat interpretasi bangun geometri,
9.      Memahami pengukuran dan satuanya, serta
10.    Menggunakan alat hitung dan alat bantu lainya dalam matematika, seperti tabel matematika, kalkulator, dan komputer. 
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini, banyak sekali kita temukan dan rasakan peran matematika. Pengoperasian komputer, kalkulator, tenaga nuklir dan lain sebagainya. Dalam komputer bahasa pemrograman menggunakan pola pemikiran matematika yaitu logika dan algoritma, yang menekankan bagaimana cara berpikir yang sistematis dan terarah.
Di atas telah dipaparkan bahwa bukan hanya dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi semata, namun matematika pun merupakan alat atau sarana berpikir yang ilmiah dan haruslah memiliki beberapa kemampuan yang memadai.












8
 
 


BAB III
PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
Perjalanan matematika sehingga menjadi ilmu pengetahuan tidak lepas dari konsep matematika yang secara ethimologis berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar".
Pengertian diatas mengindikasikan bahwa matematika secara harfiahnya merupakan suatau ilmu pengetahuan. Lebih dari itu matematika sudah berkembang sejak kerajaan babilonia dan mesir purbakala yakni sebelum masehi. Sebagian ahli mengatakan bahwa matematika adalah ilmu yang paling tua dari sekian ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini sehingga tak heran jika ilmu matematika memiliki peran yang begitu banyak dalam pengambnagan ilmu pengetahuan dan teknologi.
9
 
Pentingnya matematika tidak lepas dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan. Misalnya  banyak persoalan kehidupan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur. Menghitung mengarah pada aritmetika (studi tentang bilangan) dan mengukur mengarah pada geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi benda). Aritmetika dan geometri merupakan fondasi atau dasar dari matematika. Saat ini, banyak ditemukan kaidah atau aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengukuran, yang biasanya ditulis dalam rumus atau formula matematika, dan ini dipelajari dalam aljabar. Namun, perkembangan dalam navigasi, transportasi, dan perdagangan, termasuk kemajuan teknologi sekarang ini membutuhkan diagram dan peta serta melibatkan proses pengukuran yang dilakukan secara tak langsung. Akibatnya, perlu studi tentang trigonometri.
Tak lebih dari itu, matematika lebih banyak digunakan dalam bahasa pemprograman komputer yang saat ini kian hari memiliki perkembangan yang sangat pesat dengan semakin tingginya persaingan antar negara. Semua itu tidak terlepas dari peranan matematika dalam pengambangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.2.     Saran
            Penulis menyarankan kepada para pembaca untuk tidak melihat matemática dari kerumitannya dan menganggap matematika sebagai ilmu sulit, menakutkan dan tidak mempunyai peran dalam kehidupan terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi hayatilah matematika sebagai sebuah raja dari segala ilmu yang perannya saat ini sudahbnayak kita rasakan walaupun tidak secara langsung.
Semoga ilmu matematika menjadi semakin melebarkan sayapnya dalam pengambangan lmupengetahuan dan teknologi. Kemajuan suau negara terletak dari kemajuan pendidikannya dan kemajuan pendidikan dilihat dari kemajuan matematikanya.










10
 
 


DAFTAR PUSTAKA

 [ 1 ] Abdul Halim Fahmi, Membuat belajar matematika menjadi bergairah, penulislepas.com, 4 juni 2007.
[  2  ] Agustian, Ary Ginanjar, ESQ, Penerbit Arga, 2005.
[ 3 ] Anton, Abdulbasah, K., lmu Matematika dan Perkembangannya, Pikiran Rakyat Cyber Media, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0204/05/0319.htm, 09-Desember-2005.
[ 4 ] Fitzsimmons, J. A., Service Operations Management, McGraw-Hill Book Company, 1982.
[ 5 ] Johannes, Herman dan Budiono Sri Handoko, Matematika untuk Ekonomi, LP3ES. Jakarta, 1978.
[ 6 ] Kemeny, John G.. “Matematika Tanpa Bilangan: Matematika untuk Ilmu-ilmu Sosial “ dalam Suriasumantri (Ed.) : Ilmu dalam Perspektif (1981). Gramedia. Jakarta, 1959.
[ 7 ] Mudji Sutrisno dan Budi Hardiman, F., Para Filsup Penentu Gerak Zaman, Pustaka Filsafat, 1992
[ 8 ] Murthy , D. N.P., Page, N. W. and Rodin, E. Y., Mathematicl Modelling, Perganon Press, 1990
[  9  ] Nasution, Andi Hakim, Pengantar ke Filsafat Sains, Litera AntarNusa, 1999
[ 10 ] Nasoetion, Andi Hakim, Pengetahuan Matematika untuk Generasi Indonesia Masa Depan” dalam Damanhuri (1985) : Daun-daun Berserakan. Inti Sarana Aksara. Jakarta, 1970.

11